Bloglovin Google+ Facebook Twitter Image Map

29 February 2012

Yang Terlewatkan


Banyak hal yang lewat begitu saja.
Sebagian lainnya membekas... 
Kejadian tidak mengenakkan beberapa minggu yang lalu, itu termasuk yang membekas. Sampai hari ini, barangkali ada orang yang masih berbisik, saling melirik. Ada jarak yang diam-diam disembunyikan setiap orang dalam senyum yang dengan rekat dipasang bila terpaksa berhadapan. Ada sebagian yang memilih untuk begitu jelas menandai jarak dengan tampang masam. Sisanya, pura-pura diam dan tak mendengar, pura-pura tak berpura-pura.
Makian beberapa hari yang lalu, itu pun membekas. Ada bekas yang terasa seperti luka, ada juga bekas yang seperti tawa. Keduanya berada di dua pihak yang berbeda. Yang satu merasa dirugikan, satunya merasa direndahkan. Manusiawi.
Tapi bila sudah begini, ada saja yang akan jadi pengadu. Memecah sampai tak ada pihak yang punya pihak. Apa memang lebih baik begini? Apa berkucing-kucingan dengan benci dan sakit hati memang terlalu nyaman? Aman?
Bila sudah begini, sadar tidak sadar, ada hal yang mulai dirindukan. 
.....Kedamaian. 
Damai tidak terasa penting saat itu ada di sekitar. Segalanya seperti "memang begitulah seharusnya." Saat sudah pergi, masing-masing baru tahu, baru rindu.
Lalu intinya?
Bukan, tulisan ini bukan melulu cari muka. Saya tulis ini hanya ingin menunjukkan apa-apa saja yang ada bekasnya di ingatan saya. Nyatanya, yang banyak membekas itu yang luka-luka, yang senang lewat begitu saja. 
Lupa.
Banyak hal bisa lewat begitu saja, tapi tidak dengan luka. Kalau luka bisa lewat, tak akan ada jarak. Kita, hubungan kita, rekat.

No comments:

Post a Comment

Hi, there. Thanks for stopping by ^^ Kalau mau komentar, jangan anonim, yah! :)