Bloglovin Google+ Facebook Twitter Image Map

28 March 2012

But, i've tried my best...

Gambar kiriman seorang teman

Iya, aku memang lagi-lagi absen dari blog ini. Kalau beberapa teman bilang aku muncul hanya saat galau saja, kali ini aku jelaskan bahwa aku absen juga karena galau. Galau yang lebih parah tingkatannya. Bukan soal cinta kok. Selama beberapa minggu ini, aku disibukkan dengan tugas-tugas kuliah yang membuatku begitu sering begadang. Saking seringnya, aku sampai beberapa kali sakit, mulai dari masuk angin, flu, maag, sampai batuk-batuk, seperti saat ini.

Sejak tanggal 26 kemarin, aku memasuki pekan UTS. Makin seringlah aku begadang. Padahal, kata Ibu, kemungkinan batuk-batuk ini karena aku terlalu sering begadang. "Ibu kan udah bilang, begadang itu nggak sehat." Itu yang kuingat dari panjang lebar nasihat ibuku beberapa hari ini. Sejujurnya, memang tidak nyaman mengerjakan soal sambil terbatuk-batuk. Untungnya ini bukan jenis batuk "kodok", jadi tidak terlalu membuat bising ruang ujian.

Awalnya, kurang tidur dan kerja keras baca ini-itu memang tidak menjadi beban... Tetapi hari ini, karena suatu kejadian, aku merasa sangat sangat down. Aku sudah mencoba melakukan sebaik-baiknya yang aku bisa. Namun, di saat aku salah, rasanya semua orang tidak mau memaklumi kesalahan itu. Ekspektasi semua orang adalah aku akan selalu mendapat nilai di atas rata-rata, selalu tahu, bahkan selalu benar. Tapi siapa aku hingga begitu kuat mewujudkan ekspektasi yang besar itu? Beban rasanya. Aku capek melayani semua ekspektasi orang. Aku capek mendengar ekspresi berlebihan mereka saat melihat aku salah atau gagal. Aku capek kecewa karena saat aku pun menyalahkan diriku sendiri dan bercerita pada orang lain soal itu, orang itu malah ikut menyalahkanku. Aku bercerita bukan untuk disalahkan lagi. Aku ingin ditenangkan. Aku ingin orang itu membuatku merasa segalanya belum berakhir hanya karena kegagalanku. Aku ingin orang itu meyakinkanku bahwa segalanya baik-baik saja dan aku tidak boleh terlalu larut dalam kekecewaanku itu. Apa satu orang saja tidak bisa melakukannya untukku?

AKU SUDAH MELAKUKAN APA YANG AKU BISA. Tolong mengerti itu. Percayalah bahwa di saat aku gagal, akulah yang paling merasakan. Aku yang paling menyalahkan diriku sendiri. Yang lain tidak usah ikut-ikutan. Tidak bisakah?
.....

Beberapa saat yang lalu, saat aku iseng membuka halaman profil facebook seseorang, aku menemukan hal yang aku butuhkan. Aku tahu kata-kata yang ia tulis itu hanyalah ujaran untuk temannya, tetapi di saat seperti ini, saat aku butuh kata-kata yang menguatkan, bagiku ia benar.
Nilai nggak akan mengubah skill.

Barangkali aku menganggapnya benar hanya untuk membela diriku sendiri. Barangkali juga hanya untuk menyenangkan hatiku. Tapi, kata-kata itu telah berhasil menyadarkanku, hasil kali ini tidak akan mengubah kemampuan yang aku punya, kan? Kegagalan kali ini adalah karena kecerobohanku, ketidaktelitianku. Jadi, bukan karena aku bodoh dong.. Kan gagalnya karena nggak teliti.. :p
*Tapi nggak teliti juga termasuk bodoh sih -____-"
FIGHTING, Manda.

5 comments:

  1. orang yg merasa gagal akan mencari jalan untuk sukses...
    :)

    ReplyDelete
  2. Bener Manda, jangan menilai seseorang dari prestasinya belaka, melainkan dari akal budinya ;p

    ReplyDelete
  3. Galau karena apa habisnya? kwwkwkw

    ReplyDelete
  4. Ya, setiap manusia memang harus memikul bebannya masing2. Tapi percaya deh, kalo kita pasti bisa menghadapinya.. :)

    ReplyDelete

Hi, there. Thanks for stopping by ^^ Kalau mau komentar, jangan anonim, yah! :)