Bloglovin Google+ Facebook Twitter Image Map

11 June 2014

Review Buku: If I Stay (Jika Aku Tetap Di Sini)

Penulis: Gayle Forman
Nilai: 5 dari 5
Tebal : 200 halaman 
Terbit : Februari 2011 
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-979-22-6660-3

"Apakah aku sudah mati?" (hlm.20) 

Mia tidak yakin dengan apa yang dialaminya. Segalanya terjadi terlalu cepat. Kecelakaan mobil, Dad dan Mom meninggal, dan Teddy, adiknya, terluka parah. Melihat kondisi keluarganya, Mia merasa harusnya dia pun luka-luka... Atau yang lebih parah, meninggal. Namun, Mia baik-baik saja. Setidaknya itulah yang dia pikir terjadi, sampai kemudian dia melihat tubuhnya sendiri tergeletak di tepi jalan. Tubuh itu sudah terpisah darinya. Mia sudah berada di antara kehidupan dan kematian.

"Anda mungkin mengira para dokter atau perawat atau mesin-mesin ini yang menentukan. ...Bukan. Dialah yang menentukan." (hlm.71)

Keputusan penting ada di tangan Mia. Mia harus memilih: pergi atau tetap tinggal. Mia ingin tinggal ketika memikirkan Adam, pacar yang sangat menyayangi dan disayanginya juga ketika memikirkan Kim, sahabat yang selalu membantunya satu langkah lebih baik dari yang dia butuhkan. Namun, tinggal tanpa ada lagi Mom, Dad, dan Teddy? Mia tidak mampu membayangkannya.
***
Menurutku, dialog dalam novel ini sangat cerdas sehingga bisa membuat sesak pembacanya. Alurnya maju-mundur, tetapi tersusun dengan rapi dan tidak membuat bingung. Chemistry antarkarakter juga terbangun dengan baik, terutama harus aku tekankan di sini (karena bikin iri) chemistry Mia dengan Adam. Adegan-adegan pendek saat Mia mem-flashback hubungannya dengan Adam sangat manis. Jenis manis yang elegan :p

Beberapa kalimat favoritku dalam novel ini:
1. "Bahkan dipenjara akan terasa mudah dibanding kehilanganmu." ―Kim
2. "Kehidupan mungkin akan membawa kalian ke jalan berbeda. Tapi kalian masing-masing bisa memilih jalan mana yang akan ditempuh." ―Mom
3. "Kadang-kadang kau membuat pilihan dalam hidupmu dan kadang-kadang pilihanlah yang memilihmu." ―Dad
4. Adam: "Aku hanya butuh sedetik."
    Kim: "Kenapa? Maksudku, bisa apa kau dalam sedetik?"
    Adam: "Agar aku bisa menunjukkan pada Mia bahwa aku ada di sini. Bahwa seseorang masih 
    di sini."
5. "Kau memang berpakaian lebih seksi dan, kau tahu, pirang, dan itu berbeda. Tapi, dirimu malam ini sama dengan dirimu yang membuatku jatuh cinta kemarin, sama dengan dirimu yang akan membuatku jatuh cinta besok. Aku suka kau bisa menjadi rapuh dan tangguh, pendiam dan liar. Astaga, kau salah satu cewek paling punk yang kukenal, tidak peduli musik apa yang kaudengar dan apa yang kaukenakan." ―Adam
6. "Pacar itu kata yang tolol. ...Aku tidak tahan menyebut ibumu seperti itu. Maka, kami menikah, jadi aku bisa menyebutnya 'istri'" ―Dad
7. "Jika kau tinggal, aku akan melakukan apa saja yang kau inginkan. Aku akan berhenti main band, pergi bersamamu ke New York. Tapi jika kau ingin aku menghilang, aku juga akan melakukan itu. ...Aku sanggup kehilangan kau seperti itu asalkan aku tidak perlu kehilangan dirimu hari ini. Aku akan melepasmu. Jika kau tetap hidup." ―Adam

If I Stay membuat aku menangis dari awal, tengah, sampai akhir. Ada banyak pelajaran hidup buat kita di novel ini. Kesempurnaan hidup Mia yang terenggut hanya dalam hitungan detik mengajarkan kita untuk benar-benar menghargai apa yang kita miliki dan orang-orang yang masih kita miliki sekarang. 

Karena sudah terlalu terlambat untuk menyesal setelah kehilangan.

6 comments:

  1. Mengharukan ya pasti kak mandaa?

    Pinjeemmmm


    P.S.
    Quote nomor 6 itu paling keren menurut aku. hahaha

    ReplyDelete
  2. Walaupun gw penulis ide cerita ftv, jujur novel2 romance gini gw gak kuat bacanya,, hahaha... Nomor 7 itu, aduuuhh,,,, ngejleb abis.

    ReplyDelete
  3. Wah, bagus nih sepertinya novelnya. Cocok dibaca waktu liburan :)

    ReplyDelete
  4. ah aku suka kata-kata ayahnya. pacar itu kata yang tolol! :)

    ReplyDelete

Hi, there. Thanks for stopping by ^^ Kalau mau komentar, jangan anonim, yah! :)