Bloglovin Google+ Facebook Twitter Image Map

25 January 2017

Tentang Ulang Tahun yang Tidak Membuat Kita Menjadi Dewasa

Pict from here

"Apa kabar hari ini? Lihat tanda tanya itu. Jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi."
(Batas-Aan Mansyur)

Ehem.
Rasanya agak kikuk gitu, ya, memasuki kembali tempat yang lama... Sangat lama kita tinggalkan begitu saja. Semacam merasa bersalah. Semacam menjadi Rangga yang meninggalkan Cinta seenaknya *loh*

Jadi, blog, apa kabarmu? 

Tadi, aku iseng membuka postingan-postinganku terdahulu dan ternyata BLOG INI SUDAH HAMPIR 7 TAHUN (dan masih gini-gini aja HAHA!). Postingan awalku ada beberapa yang dihapus dulu, jadi aku nggak tahu pasti kapan aku pertama menulis di sini, tapi postingan paling lama adalah April 2010, anggap aja itu anniversary-nya -_-

Sebenarnya, apa yang aku tulis ini (dan yang tengah kamu baca) adalah hasil ketik-hapus-ketik-hapus karena lama nggak menulis. Benar-benar grogi.

Terakhir menulis di sini rasanya aku masih manis manja dan penuh suka cita ala mahasiswa. Tapi, sekarang, saat kembali lagi, hem, rasanya benar-benar udah menjadi orang dewasa.

Jadi, ternyata benar bahwa bukan ulang tahun yang membuat kita menjadi orang dewasa. 

Aku merasa benar-benar menjadi orang dewasa setelah ada banyak urusan orang dewasa yang harus aku selesaikan dan telah aku selesaikan. Ini termasuk konflik dengan orang yang lebih rumit, konflik dengan tabungan, dan konflik dengan pengeluaran huahahaha. 

Sekarang, aku punya doa agar dikelilingi orang-orang baik. Ini karena konflik-konflik dengan orang-orang yang astaga! karakternya bener-bener luar biasa menguras perasaan.

Sekarang aku punya ritual menimbang-nimbang ala sinetron yang menunjukkan apa yang mau dilakukan si jahat dan apa yang mau dilakukan si baik. Aku bener-bener berubah menjadi orang yang penuh pertimbangan. 

Sekarang aku ngerasa cara aku berinteraksi dengan orang lain juga bener-bener berubah. Aku sekarang udah bisa bilang "TIDAK". Iya, ini dulu sama sekali nggak bisa aku lakuin. Aku gampang nggak enakan sampai seringnya aku tetep mau lakuin meskipun aku tahu aku sedang dimanfaatkan XD Aku juga ngerasa kalau aku jadi lebih berani ngomong... dan protes. Dulu, kalau aku nggak suka sesuatu mungkin lebih milih diem atau nerima. Aku dulu nggak pernah bisa mengkritik langsung teman atau rekanku. Sekarang, mungkin karena lebih dijejalin teori komunikasi wkwk, aku ngerasa segala sesuatu akan lebih baik kalau dikomunikasikan, bukan disimpen dalam hati.

Yang paling menakjubkan, sekarang aku punya aplikasi penghitung pengeluaran HAHAHA! Ini adalah sebuah kemajuan yang sangat penting karena dari dulu aku emang nyimpenin struk belanja atas nama "nanti di rumah mau dihitung", tapi ujung-ujungnya dompet penuh dan struk-struk itu pun udah nggak lagi kelihatan tulisannya. Nah, sekarang, meskipun belum kerja mapan dan baru bermodalkan online shop, aku udah bisa mengendalikan keuanganku. Ya, kadang masih kebobolan juga sih, tapi much better dari dululah :p Meskipun masih nerima uang saku dari orang tua, aku udah nggak pernah minta tambahan dan selalu mengurus kelebihan pengeluaran untuk kebutuhanku sebisa mungkin dengan penghasilan dari online shop itu. Entah itu urusan sepatu yang rusak dan harus diganti, tugas kampus yang biayanya lumayan, text book, bahkan berobat pun pakai uang sendiri. Duh, ini yang paling aku banggain dari diriku wkwk. Tahun 2016 aku sering banget urusan sama mata, iritasilah apalah sampai aku kira minusku nambah, taunya malah sembuh cuma katanya kadar air mata aku sangat-sangat rendah. Nah, karena masalah ini dan bolak-balik berobat aku habis 3 jutaan. Itu total buat urusan mata di tahun 2016 :( 

Anehnya, meskipun pusing banget ngurusin keuangan, meskipun rasanya berat karena mengandalkan online shop buat banyak hal, tapi aku merasa aku nggak tersiksa juga kok. Padahal, kalau dipikir dulu makai uang seenaknya, beli ini-itu semaunya, tapi banyak hal juga yang nggak kebeli. Sekarang, meskipun harus mikirin nabung, keluar uang berapa, harus dapet lagi berapa, tapi ketika aku emang butuh atau mau banget sesuatu aku bisa ngaturnya. Mungkin karena segala hal yang nggak perlu disingkirkan, jadi hal-hal yang perlu lebih banyak kebeli kali, ya.

Oh, ya, aku yang anak mall banget sekarang jarang ke mall. Ya, paling kalau ada yang benar-benar harus dibeli aja. Aku sekarang lebih banyak mengandalkan belanja di online shop sih karena mencegah aku buat beli yang lain kayak kalau ke mall tiap mata menangkap yang lucu disamperin. Kalau online, aku biasanya cari apa yang mau aku beli abis itu close tabs

Nah, udah dewasa banget, kan? Hahaha. Oh, aku juga menyeleksi ajakan nongkrong dengan sangat ketat sekarang HAHA. Padahal, sekarang deket kampus banyak banget kafe, tapi Manda yang sekarang berhasil dong menahan diri dan godaan dari teman-teman XD 

Jadi, blog dan para tetangga sekalian, sekarang AMANDA SUDAH DEWASA, ya. Tolong, jangan ditutupin lagi matanya kalau ada tayangan 17+ HAHA! 

No comments:

Post a Comment

Hi, there. Thanks for stopping by ^^ Kalau mau komentar, jangan anonim, yah! :)