Bloglovin Google+ Facebook Twitter Image Map
Showing posts with label Buku Bagus. Show all posts
Showing posts with label Buku Bagus. Show all posts

2 August 2011

Fitri Tropica Luncurkan Buku: Kening



Ah, aku ketinggalan berita. Ternyata Fitri Tropica bikin buku, yaa? Oke, siapa sangka si lincah yang sering mempopulerkan bahasa gahol ini akan terjun ke dunia penulisan? Tak tahu kapan pastinya, tapi baru-baru ini dia meluncurkan buku perdananya yang berjudul Kening. Kenapa Kening? Katanya sih, Fitrop ingin memamerkan kening miliknya yang selama ini tertutup poni. Wah, aku mengartikan ini sebagai keinginannya untuk menunjukkan talenta lain miliknya, menulis. Oow, apakah buku ini akan menjadi best seller? Atau hanya akan booming sementara terkait ketenaran yang dimiliki Fitrop? Nah, hal ini sudah terjawab. Kabarnya, buku ini sudah hampir best seller, kawan. 

Buku setebal 200 halaman ini menampilkan sisi lain kehidupan Fitrop. Mulai dari cerita sedih, lucu, jatuh cinta, hingga putus cinta yang pernah dialaminya. Eh, tapi kok agak mirip sama konsepnya Raditya Dika, ya? Wah, untuk membuktikannya, tentu kita harus beli dulu, hehehe. Tapi untuk urusan cover sih kita sudah barang pasti nggak akan membandingkan dengan Raditya Dika, beda banget gitu loooh! Ilustrasi dalam bukunya ini dipercayakan Fitrop kepada Koolastuffa. Hmm, bayar berapa ya Fitrop untuk ilustrasi keren tersebut? Haha itu urusan dapur mereka. Jangan ditanya kalau begitu.

Info yang aku dapat dari Gramedia Bookstore sih, harganya Rp 50.000,- Kemahalan? Jangan khawatir, kita bisa ikut pre-ordernya dengan harga yang lumayan MURAH, hanya Rp 23.350+ongkir pastinya. Tertarik? Kalian bisa langsung sms ke 085697888034 untuk melakukan pemesanan atau bisa juga via twitter ke Terrant Books. Bocoran nih, dengan pre-order, kita juga bisa dapetin bonus tanda tangan penulisnya loh. Plus cap bibirnya Fitrop nggak, Nda? Wah, aku ndak tahu kalau soal itu, hehe.

Gimana, kawan? Penasaran? Atau masih ragu-ragu? Nah, buat yang masih ragu, yuk liat sekilas isinya, klik di sini. Setelah kalian klik, kalian akan sampai di salah satu posting tumblr-nya Fitrop. Udah tahu kan di tumblr kita bisa upload suara? Solanya nih, postingan itu berisi rekaman suara Fitrop yang membacakan bagian yang paling dia suka dari si Kening ini. Oya, buat yang sudah membeli, mohon bagi-bagi reviewnya, ya!

P.S.: Tambah satu lagi nih wishlistku. Padahal buku Poconggg Juga Pocong belum kebeli. Uh. Ada yang udah beli bukunya Poconggg? Gimana, bagus nggak?

30 July 2011

I Feel Like I'm One of The Lucky Ones

Pembaca Instan, selamat sore.
Hmm, kalian masih ingat tulisanku mengenai buku Happiness Inside? Kalau lupa monggo dicek di sini. Beberapa hari setelah aku buat tulisan itu, banyak komentar yang masuk. Salah satunya dari seseorang bernama Tika.

Jujur, awalnya aku agak ragu juga. Dia bukan salah satu dari teman bloggerku. Tak ada link yang dia sertakan. Namun, karena dia bilang dia punya buku itu, aku memintanya untuk menghubungiku via facebook.

Hari rabu siang, aku mengecek facebookku. Ada satu pesan masuk di sana. Ternyata dari Tika. Karena aku kira kami seumuran, aku santai saja membalas pesannya. Layaknya remaja masa kini, aku pakai panggilan 'say'. Setelah pesan balasanku terkirim, aku baru membuka profil Tika ini. Dan, astaga, dari fotonya aku tahu dia tidak seumuran denganku. Tak sampai disitu, status hubungannya...... 

Jadi..... Orang yang telah aku ragukan itu.... Ternyata pacarnya Mas Gobind, penulis buku itu! Dobel astaga. Aku langsung bingung mau bilang apa. Yang jelas, sepanjang obrolan, Mbak Tika ini nggak pernah menjawab pertanyaanku soal pembayaran. Mbak Tika hanya bilang, "Mana alamat rumahmu? Aku kirim ke rumahmu :)" Aku akhirnya mengirimkan alamatku hari Rabu itu. Dan hari ini, tiba-tiba ibuku bertanya,
I (Ibuku):  "Kamu punya temen di Bali?"
A(Aku): "Punya. Tuh, si Dewa"
I: "Bukan ini di Ubud.."
A: Eh? Ubud.....?"
I: "Namanya Tika!"
A: Aku bengong beberapa saat sampai akhirnya... "Oh, Mbak Tika...."
I: Giliran ibuku yang bengong. Kemudian, baru ibu mengeluarkan bungkusan yang tadi disembunyikan di balik punggungnya.

Aku langsung menyerobot bungkusan itu. Dugaanku benar, isinya Happiness Inside! Kalian tahu, masih ada rasa tak percaya sampai sekarang. Buku itu benar-benar sampai ke tanganku. Ah, ini bukan mimpi, kan? Sungguh, Mbak Tika baik sekali. Aku nggak tahu apa yang membuat Mbak Tika memberikannya padaku, tapi yang jelas ini benar-benar kejutan. Dan, tentu saja ini tak lepas dari kehendakNya. Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah :)

Aku juga tak tahu bagaimana caranya Mbak Tika bisa sampai di blogku ini dan pada akhirnya membaca tulisanku itu lalu tergerak untuk memberikan buku tersebut padaku. Kalian bisa bayangkan, buku ini aku dapat dari seseorang yang bahkan aku belum sempat berteman dengannya via facebook tapi buku pemberiannya sudah ada di tanganku sekarang. Ah, sekali lagi terbukti, kalau kita benar-benar menginginkan sesuatu, semesta akan berkonspirasi untuk mewujudkannya.

Kalian tahu, sampai sekarang aku masih penasaran, berapa ongkos kirim Ubud-Karawang, ya? hehehe. Oya, aku sempat berharap akan ada surat terselip di buku itu. Yah, apa saja yang bisa membuatku lebih mengenal Mbak Tika ini. Tapi ternyata tidak. Saat aku memeriksa halamannya, aku malah menemukan ini, 
Sapaan dari Mas Gobhind plus tanda tangan juga :')

Sungguh, ini melebihi apa yang bisa aku bayangkan. Saat aku membuat tulisan soal buku ini, aku hanya berharap bisa mendapat buku secondnya agar lebih murah. Aku hanya membayangkan kalau nanti akan ada salah satu pembacaku yang membaca tulisanku, lalu dia berniat menjual buku miliknya padaku. Tapi hari ini, aku mendapat sapaan dan tanda tangan Mas Gobind. Bukunya kudapat dari pacarnya Mas Gobhind. Aaaaaaah, padahal sebelumnya aku tak kenal dengan Mas Gobhind. Aku hanya sekilas mengunjungi webnya. Alhamdulillah. 

Aku memang tak sabar untuk membacanya, tapi aku sempatkan menulis ini dahulu sebagai ungkapan terima kasih buat Mbak Tika dan Mas Gobind :) Aku pasti akan jaga buku ini dengan baik, hihi ;)


Oya, Pembaca Instan, aku akan buatkan reviewnya nanti. Tunggu aku selesai membaca, ya. Happy weekend. Main ke rumah mayanya Mas Gobind, yuk! Klik di sini untuk sampai ke sana :)

21 July 2011

WANTED: "Happiness Inside" Siapa Mau Jual?


Pembaca Instan, mau bantu aku nggak? Huhu aku baru dari Kaskus nih dan di sana aku baca review buku Happiness Inside yang ditulis oleh Gobind Vashdev. Rasanya aku mau langsung keluar kantor dan ke toko buku sekarang juga. BAGUS BANGET LOH! Nggak percaya? Oke, aku kasih sedikit bocorannya.


Judul Buku:Happiness Inside
Pengarang:Gobind Vashdev
Dimensi:14 x 20 cm
Halaman:XX + 278 halaman
ISBN:978 979 3714 608
Harga:Rp. 57.000,00

"Terimakasih untuk semua sahabat atas apresiasinya terhadap Happiness Insidesehingga buku yang belum genap 2 bulan sudah cetak ulang.. Semoga membawa kebahagiaan di hati setiap pembaca." -Gobind Vashdev

Kau sedang mencari apa?” Tanya Pak RT yang melihat seorang warganya sedang kebingungan mondar-mandir di depan rumahnya sendiri. “Oh, Pak RT, saya sedang mencari kunci saya yang hilang,” jawab Jono menerangkan. “Lho, memang kuncinya hilang di mana, Jon?” “Di dalam, Pak.” “Kenapa kamu carinya di luar kalau hilangnya di dalam?” sergah Pak RT sambil mengerutkan dahinya. Dengan polosnya Jono menjawab, “karena di luar lebih terang Pak.”

Itulah sepenggal kisah yang menjadi ilustrasi dalam buku ini. Sebuah analogi yang sangat pas dalam menggambarkan sebuah fenomena usaha manusaia di seluruh dunia , MENCARI KEBAHAGIAAN.

Ya, demi kebahagiaan kita berusaha memenuhi diri dengan berbagai macam fasilitas; harta melimpah, rumah mewah, mobil mewah, kekuasaan, dan lain sebagainya. Tetapi benarkah kita sudah bahagia? Ataukah kita masih merasa bahwa kebahagiaan itu masih begitu jauh dari genggaman?

Gobind Vashdev seorang pembicara multitalenta ini, menjawab alasan kekosongan manusia dalam menjalani hidup dan memberikan jalan keluarnya. Sesungguhnya kebahagiaan tidak punya aturan. Sebuah jalan keluar yang sederhana namun kerap terlupakan. Jalan keluar yang sebenarnya membimbing kita ke dalam, ke diri kita, dan menemukan kebahagiaan sejati .

Yup, gimana? Bagus? Bagus banget? BAGUS BANGET! Nah, balik ke pertanyaanku di awal tadi, ada yang mau bantu aku? Caranya gampang kok. Kalau kamu, temen kamu, atau sodara kamu punya buku Happiness Inside dan berniat menjualnya, hihi hubungi aku aja, ya! Pengen sih beli yang baru, tapi kemahalan, 57ribu itu bisa buat makan 5 hari kan buat anak kos? Yasudah, mohon bantuannya. Terima kasih.



16 July 2011

Moga Bunda Disayang Allah




Judul                : Moga Bunda Disayang Allah
Penulis             : Tere-Liye
Penerbit           : Republika
Tempat terbit   : Jakarta
Tahun terbit  : Cetakan pertama November 2006, cetakan ketujuh April 2010
Tebal buku      : v + 246 halaman
Ukuran buku   : 20,5 x 13,5 cm






"Gelap! Melati hanya melihat gelap. Hitam. Kosong. Tak ada warna....
Senyap! Melati hanya mendengar senyap. Sepi. Sendiri. Tak ada nada...."
Pernah tidak kalian membayangkan bagaimana frustasinya diisolasi dari kehidupan? Kalian hanya bisa merasakan, tanpa bisa mengenali apa yang kalian rasakan. Yang kalian punya hanyalah isi pikiran yang membuncah. Rasa ingin tahu yang terkungkung. Kalian hanya bisa marah dan gemas. Ini apa, sih? Kursi? Apa itu kursi? Untuk apa? Untuk duduk? Duduk itu seperti apa?

Kalian tahu, aku suka hujan, aku suka memandangi butiran bening seperti kristal itu. Aku suka mendengar gemericiknya, menenangkan. Apalagi jika hujan turun di malam hari, pasti akan menambah nyenyak tidur. Tapi, pernahkah kalian mengenal seseorang yang menyukai hujan padahal melihatnya saja tak pernah? Menyukai hujan padahal mendengar gemericiknya saja belum? Tentu kalian akan bertanya, lantas apa yang membuatnya menyukai hujan?

Novel ini akan mengenalkan kalian padanya. Membuat kalian mengerti makna hidup dan kehidupan. Novel ini membuat kita belajar dari kanak-kanak bernama Melati yang berjuang mengenal dunia dan isinya meski tembok takdir begitu besar menghadangnya. Tembok ini memang begitu besar. Tidak mungkin dipindahkan, kecuali dihancurkan sekalian.

Membaca setiap kalimatnya membuat aku berpikir sejenak. Menutup telinga dan mataku. Tapi tetap ada sedikit cahaya, ada sedikit suara. Andai saja melati bisa, sedikit. Kalian juga akan belajar dari Karang. Belajar kalau setiap orang memiliki kesempatan layaknya melempar bola ke dinding, 100% pasti kena. Kalian akan belajar dari seorang ibu yang tak pernah lelah mencarikan keajaiban untuk putrinya.

Banyak kalimat aku tulis ulang besar-besar. Aku tempel di kamarku. Semangat hidup. Perjuangan. Kesabaran. Rasa cukup. Segala yang sering aku lupakan diingatkan kembali oleh novel ini. Moga Bunda Disayang Allah, novel yang membuat kita berpikir ketika bahkan setelah membacanya. Novel yang akan dibaca lagi saat otak kita mulai bebal, mulai menyalahkan takdir dan kehilangan kepercayaan pada kemudahan setelah kesulitan. Banyak nilai-nilai kehidupan yang tersimpan. Setiap kejadian bahkan menyiratkan pelajaran untuk kita. Aku sampai membaca setiap lembarnya dengan tidak sabar, meski sesekali berhenti, membayangkan, merasakan, mengelap air mata yang basah di pipiku.

Bila kalian kehilangan penglihatan kalian, kalian masih bisa belajar dari apa yang kalian dengar. Jika kalian kehilangan pendengaran kalian, kalian masih bisa belajar pada apa yang dilihat. Lalu, bila kalian harus kehilangan penglihatan sekaligus pendengaran, apa yang akan kalian lakukan? Bagiku, itu sungguh menyakitkan. Menyakitkan karena tidak bisa menatap wajah Bapak dan Ibu. Tidak bisa mendengar bahkan setiap kalimat yang selalu sama setiap harinya, "Kami menyayangimu, Nak. Bersabarlah. Teruslah berusaha. Kamu harus punya keinginan yang kuat."

Oya, kurang rasanya bila aku sejak tadi bicara nilai kehidupan, tapi tidak membagikannya. Baiklah, kawan. Berikut beberapa nilai yang kutemukan, sisanya kalian carilah dengan membaca novel ini, ya! Jangan menyesal bila lembarannya habis padahal kalian belum puas!

Hal yang paling menyakitkan di dunia bukan ketika orang lain ramai menyalahkan diri kalian. Tapi saat kalian menyalahkan diri sendiri.
Ada yang utuh memiliki seluruh panca inderanya, tapi tak sekejap pun peduli dan bersyukur.
20 tahun dari sekarang, kita akan lebih menyesal atas hal-hal yang tidak pernah kita lakukan, bukan atas hal-hal yang pernah kita lakukan meski itu sebuah kesalahan
Dalam proses kepergian, lazimnya yang pergi selalu lebih ringan dibandingkan yang ditinggalkan. Lebih ringan untuk melupakan. Yang pergi akan menemui tempat baru, kehidupan-kehidupan baru, yang pelan tapi pasti semua itu akan mengisi dan menggantikan kenangan lama. Sementara yang ditinggalkan tetap berkutat dengan segala kenangan itu.
 Ngomong-ngomong, adakah yang masih lupa bersyukur hari ini?

26 June 2011

Coming Home (Book Trailer)

[genre] domestik drama
[penerbit] GagasMedia
[editor] Rayina
[tahun] 2011
[harga] Rp. 39.000,00 

Beberapa bulan yang lalu, temenku nanya aku mau beli buku ini apa nggak. Bukan, dia bukan online shop yang jualan buku. Dia bilang beberapa hari sebelumnya dia sempat pesen via online gitu, tapi karena nggak sabar nunggu novel itu nyampe, dia jadi beli juga ke toko buku. Dan, yaa hasilnya dia punya dua novel yang sama. Makanya dia nawarin aku buat beli novelnya yang satu lagi.

Saat itu dia bilang dia berani jamin kalau novelnya itu bagus. Tapi aku nggak gitu tertarik waktu tahu ceritanya soal pasangan yang udah rumah tangga. Nah, barusan aku nggak sengaja nemuin video ini di website penulis novel tersebut.


Aku akui, temenku bener. Aku nyesel. Novelnya emang bagus sepertinya.

24 June 2011

Coming Soon: 2 (Dua)


Akhirnyaaaa, teman-teman, ini novel kedua dari Mas Donny Dhirgantoro setelah 5cm. Judulnya simpel, covernya juga simpel: 2. Taglinenya inspiratif sekali: "...Aku berani mencintai dan aku mencintai dengan berani."

Gimana? Penasaran? Samaaaaaaa, aku juga. Semoga aja ada temen yang mau diajak ke Gramed Matraman. Kalau teman-teman ada yang berniat datang ke sana, kabar-kabari aku, ya. Barangkali kita bisa bertemu :)


17 June 2011

Akhirnya Terbit Juga


Beberapa minggu yang lalu, @poconggg dikagetkan dengan adanya mention-mention mistis dari followersnya. Mereka heboh membicarakan peredaran buku @poconggg. @poconggg sendiri tak kalah heboh menanggapi hal itu. Dia mengklarifikasi melalu websitenya.

Dikutip dari poconggg.com
@poconggg sendiri mengatakan bahwa kejadian itu semata-mata hanya ulah iseng followersnya.
Menurut saya, wajar saja bila followers @poconggg ini berbuat begitu. Setan yang mengklaim dirinya bukan setan biasa ini memang terkesan 'pemilih' dalam artian hanya mention 'yang keterlaluan' saja yang akan dia tanggapi. Tidak percaya? Coba saja. Sisi baiknya adalah, bukan tidak mungkin mereka melakukan hal itu   untuk mengingatkan @poconggg akan bukunya, seperti @radityadika, buku @poconggg ini juga sangat ditunggu-tunggu. Mereka tentunya menginginkan buku ini cepat terbit. Nah, kan. Jangan yang negatif saja dong, Cong, yang dipikirkan.

Oya, barusan saya mampir ke gramediaonline. Ternyata buku @poconggg sudah tersedia loh, meskipun masih pre-order. Bagaimana, berminat? Silakan cek sendiri di sini.


Semoga saja penjualan buku ini seheboh ulah followers @poconggg sebelumnya, ya.

*Sejujurnya saya masih penasaran akan seperti apa launching buku ini nanti. Akankah @poconggg membeberkan identitas aslinya ke hadapan publik? Lalu, bagaimana caranya menanggapi pembaca yang meminta tanda tangannya? "Tangan memang bukan segalanya, tapi segalanya butuh tangan."